Laa_Muthaffifin

November 24, 2008

Berita Kepada Bapak

Filed under: Uncategorized — laa-mutahaffifin @ 11:50 pm

formasi utuh

formasi utuh

Bapak, hari ini 25 November 2008 genap sudah 16 tahun engkau memenuhi panggilanNya. Banyak sudah peristiwa yang kami alami selama 16 tahun ini, pak. Istrimu, yang juga ibuku, usianya sudah melebihi usiamu di dunia, 12 tahun lebih tua pak. Bapak, beberapa bulan ini ada beberapa peristiwa yang mungkin saja kau melihatnya dari alam sana, meskipun demikian aku tetap ingin bercerita kepadamu pak.

Beberapa bulan yang lalu, Ibuku yang juga istrimu itu, kaki kanannya dikecup ular di kamar mandi yang kau bangunkan untuk kami. Kakinya bengkak pak, sampai lutut kaki, waktu kejadian aku sedang di tempat kerjaku, di Madrasah. Alhamdulillah ada adik, dan adik perempuanmu yang bisa mengatasi permasalahan itu. Dibawanyalah ibuku ke RS Bayangkara (sekarang di Aspol Kabluk dibangun RS lho pak, tapi Aspolnya digusur), di situ beliau di operasi kecil. Tapi tetap saja masih bengkak sampai kurang lebih 3 pekan. Untuk alternatifnya aku bawa ibu ke pawang ular agar bisa diatasi. Alhamdulillah perlahan tapi pasti, sakit itu sembuh. Beliau ibuku yang juga istrimu itu sekarang sudah mulai berkurang daya tahan tubuhnya, sekalipun usianya baru berkepala lima. Baru kurang lebih dua bulan yang lalu kami mendampingi ibu untuk operasi katarak pak. Alhamdulillah pula semuanya lancar atas berkah dan rahmatNya. Aku dan adik harus mampu banyak bersabar untuk semakin menyayanginya, mengerti akan apa yang ibu kehendaki. Ibuku itu benar – benar ibu yang tulus pak, sangat sayang pada anak – anakmu ini, bahkan sangat memanjakan kami. Sedikit percikan masalah dengan beliau adalah bumbu – bumbu kehidupan kami agar lebih terasa menyenangkan dan menggairahkan.

Kabar yang juga mungkin membahagiakanmu pak, adalah putrimu yang kau tinggalkan ketika dia berusia 5,5 tahun, sekarang sudah beranjak dewasa. Kemarin tanggal 10 November, aku dan ibu mendampinginya wisuda pendidikan S1 matematikanya di sebuah Institut di kota kita. Sekarang dia sudah bergelar SPd pak, melebihi aku yang tahun 2004 baru berhasil menyelesaikan D3 Teknik Komputerku. Aku terharu sekali pak, tanpa dirimu, putrimu itu berhasil menjalani studinya dengan cukup baik. Untuk menyembunyikan rasa haru itu, waktu acara wisuda aku menyengaja keluar untuk membereskan suatu persoalan yang waktu itu cukup membuatku dalam kejaran deadline. Jadi praktis aku hanya mengantar kemudian menjemput Ibuku dan putrimu pak (maklum to pak, kau kan tau klo aku tu cengeng). Oya Pak, alhamdulillahnya kami bisa meminjam alat tranportasi dari adik perempuanmu yang tinggal di gang sebelah sehingga cukup untuk mengangkut kita bertiga bersama-sama.

bareng b

Putrimu itu benar – benar mampu untuk mandiri pak, kegiatannya sehari – hari benar – benar padat, ketrampilannya banyak pak, dari mengajar privat, membekam, hingga mengakupuntur. Setiap hari dia juga yang mengelola lauk pauk di rumah pak. Masakannya nyaman di lidah kami. Hasilnya berkegiatan bahkan terkadang melebihi hasilku mencari sedikit biaya melanjutkan studiku. Kau patut berbangga dengannya pak.

bareng bapak

Sedangkan aku pak, anakmu yang sulung ini, satu – satunya anak laki – lakimu, yang ketika kau tinggalkan berangkat memenuhi panggilanNya, sedang berjuang untuk lulus Sekolah Dasar, selama ini menjalani hidup dengan cukup lancar. Memang berbagai permasalahan ikut serta dalam menghadapi kehidupan ini. Alhamdulillah aku mampu menempuh studi D3 dengan cukup baik. Syukurnya adalah aku tidak terlalu membebankan ongkos studiku kepada Ibu, pak, sebab waktu aku menempuh studi itu, aku telah mengajar mata pelajaran komputer di suatu SMA. Selesai menempuh D3, aku melanjutkan studi AKTA Mengajar di UNNES pak, waktunya cuma setahun tetapi juga penuh dengan perjuangan. Alhamdulillah ada keponakanmu dari istrimu yang meminjamkan sebuah BMW (Bebek Merah Warna – nya lho pak, jangan salah! He13x) untuk alat transportasiku dari rumah ke kampus yang cukup jauh. Oya pak dimasa akhir studi AKTA ini usiaku mulai beranjak ke-25, aku ingat waktu usiaku 19 tahun aku ada cita – cita untuk ibda’ Nabi kita Muhammad SAW, apa coba coba pak? Bener pak, aku bermaksud untuk menikah di usia itu. Untuk menuju cita – cita itu aku ada seseorang perempuan yang menjadi target untuk jadi calon menantumu. Ini benar – benar serius pak, niatan yang waktu itu boleh dibilang sangat besar untuk ibadah. Namun sayang pak, usahaku kali ini belum berhasil, Alloh masih sayang denganku, dengan memberikan lebih banyak kesempatan untuk memilih yang terbaik menurutNya. Aku merasa harus instropeksi diri atas segala apa yang aku ikhtiarkan pak. Aku merasa terlalu memaksakan diri dan berada di situasi dan kondisi yang tidak tepat. Namun aku merasa Alloh menggantinya dengan rizki yang memang sangat aku butuhkan untuk mobilitasku dalam menjalani kegiatan sehari – hari. Masih ingatkah kau pak dengan amanah kepadaku untuk belajar menabung. Tabungan yang waktu itu kita bersama – sama setor waktu pertama kali mendaftar, nomor rekeningnya keluar diundian pak, aku waktu itu mendapatkan sebuah motor pak, aku sangat haru pak, menangis yang jadi kebiasaanku jika terharu sudah pasti aku lakukan sambil sujud syukur padaNya yang bener – bener sayang dan mengerti akan apa yang terbaik untukku (cengeng banget ya pak..). Satu hal lagi, waktu itu pula, aku baru pindah dari tempat kerja yang lama ke tempat kerja yang baru pak, yaitu dari SMA ke Madrasah. Di tempat yang baru ini aku merasakan banyak tantangan untuk menjadi manusia yang lebih bermanfaat bagi manusia lain.

Bapakku yang kusayangi dan makin kurindukan, selesai AKTA aku langsung lanjut studi S1 dengan menyeberang jurusan, dari Teknik Komputer ke Teknik Informatika. Sungguh banyak SKS yang harus aku tempuh untuk menyelesaikannya, semua aku coba jalani dengan semangat dan banyak bersabar, tentunya doa juga lho pak. Sekarang ini sudah mulai akhir – akhir studi pak, aku harus menyelesaikan skripsiku yang boleh kubilang cukup unik tapi penuh tantangan (kebiasanku to pak, klo aku tuh pengennya lain daripada yang lain, kau tau kan karakterku). Di masa ini juga aku kenal dengan seorang perempuan pak, lagi – lagi ini kutujukan seikhlashnya untuk memenuhi ½ DienNya (kali aja yang ini bisa jadi menantumu, ya to pak). Sampai saat ini berarti sudah kurang lebih 5 bulan berjalan. Kami berusaha saling mengenal pak, aku berusaha menjalaninya dengan sangat wajar, tidak terlalu dalam juga tidak terlalu menyepelekan. Pokoknya kuusahakan untuk sesuai dengan tuntunannNya. Di bulan yang ke lima inilah dengan agak berat hati aku berkeputusan harus melanjutkan lagi pengembaraanku mencari teman sejati memperoleh ½ Dien, sebab perempuan itu merasa sejak awal tidak memperoleh rasa ketertarikan denganku sebagai calon pendamping hidupnya. Sungguh sangat simple sekali pak, dan sekarang dia telah menemukan seseorang yang menurutnya ada rasa ketertarikan sehingga dia berani untuk menjalani komitmen menuju pernikahan, itupun hanya dalam waktu yang lebih singkat daripada aku kenal dengannya. Alloh Akbar! Alloh Maha Pembolak – balik hati makhlukNya. Fyuuh… capek juga pak, namun memang beginilah hidup pak, harus dijalani dengan Ikhtiar yang benar, penuh kesabaran, dan ketawakalan. Engkau mungkin lebih berpengalaman pak dalam hal ini, namun sayang aku tidak berkesempatan untuk memperolehnya dari dirimu langsung pak. Aku pun yakin pengelanaanku dalam memperoleh ½ DienNya pasti akan berakhir. Entah berakhir dengan memenuhi panggilanNya atau dengan kesempatan untuk memasuki gerbang tantangan hidup berumahtangga sehingga meneruskan keturunanmu yang selalu menegakkan panji – panji Agama Alloh SWT.

Bapakku yang sangat sayang denganku, terakhir aku mengucapkan banyak terimakasih yang tak terhingga. Selama hidupmu bersama kami, kau telah berjuang keras dengan tak menghiraukan kondisi dirimu untuk kehidupan kami semasa itu. Usahamu itu berimbas pada hari ini pak, dimana kami masih dapat menikmatinya dengan penuh rasa syukur. Tanpa kehadiranmu saat itu, proses kehidupan kami tidak akan sebaik ini, tidak akan seindah ini. Aku anak laki – lakimu yang masih memiliki tanggungjawab sebagai wali dari putrimu ini, hanya bisa berdoa, agar engkau bersamaNya di tempat yang terindah, terbaik, dan penuh rahmat kasih sayangNya. Semoga segala ibadahmu diterimaNya segala kekhilafanmu diampunkanNya. Yakinlah, engkau masih memiliki tabungan akhirat, yaitu anak – anakmu yang selalu berusaha untuk Sholih dan Sholiha.

Dalam tangis keharuan kukabarkan semua ini kepadamu Bapakku yang kurindu…..

Allohhummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu….

August 25, 2008

Real Story about my niece Rizqa Sari Wijayani (chapter 2)

Filed under: Uncategorized — laa-mutahaffifin @ 1:12 am

Assalamu’alaykum…

Setahun yang lalu dia terbaring, tapi bukan tidur, sayaaang…
Ucap doa disertai tangis, mengantarkannya beristirahat
Usia tak menentukan saat untuk menghadap
Semoga kau benar-benar menjadi tabungan bagi orangtuamu kelak di hari penghitungan

Sudah setahun yang lalu peristiwa itu terjadi…
mari kita ingat sedikit sekalian melanjutkan chapter 1.

Dia akhirnya masuk rumah sakit di hari Senin tanggal 200807, aku ikut mengantarkannya. Sungguh gak tega melihat kaki dan tangannya diikat kuat, sebab gerakannya yang sangat kuat meronta-ronta namun tak bersuara. Dia masuk di bangsal intensif khusus anak dengan penjagaan yang ekstra. Aku sudah lemah, letih, lesu saat itu. Aku tidak tega melihatnya sehingga aku tidak berjaga di dalam ruangan tempat dia berada. Sehari itu kondisinya tidak terlihat berubah kearah yang lebih baik.
Selama di RS dari Senin - Kamis ada beberapa kejadian yang patut dicermati diantaranya adalah :
Tiap malam harus ada yang terjaga bersamanya, sebab dia menutup mata tapi tidak tidur. Rontaannya sampai melepaskan ikatan yang ada padanya
Entah malam yang keberapa dihari apa, didatangkan penyembuh alternatif, penyembuh itu mengeluarkan beberapa gelondong kemenyan dari tubuh keponakanku. Bener - Bener magic.
Entah hari keberapa, kalau tidak salah hari Kamisnya, keponakanku diambil darahnya untuk tes laborat. Sayang sekali yang mengambil dokter - dokter KOAS (praktikan) yang masih AMATIRAN dalam mencari urat nadi. Lengan keponakanku sampai robek akibat perbuatan mereka yang AMATIRAN. KACAU nih Rumah Sakit!
Jumat 240807 dengan didatangkannya penyembuh alternatif, sepertinya dia sudah jarang meronta, jadi semakin tenang. Akhirnya tes laboratorium terhadap darahnya menghasilkan laporan bahwa trombositnya turun sangat drastis. Usaha untuk mencarikan darah di PMI mulai dilakukan sejak menjelang jumatan. Aku sendiri udah mulai jarang terlibat, sebab aku gak tega melihat kondisinya. Aku ternyata sangat lemah.
Sehabis Jumatan keponakanku itu langsung dipindah di PICU (ruang super intensif khusus - piye jal???). Wah bener2 kepasrahan yang amat sangat harus dilakukan, hanya doa yang terus terucap di mulut2 kami. Transfusi darah sudah mulai dilakukan, berbagai usaha terus dilaksanakan.
Akhirnya sehabis maghrib Rizqa Sari Wijayani berpulang, dengan menorehkan banyak kenangan dan menghapuskan banyak harapanku padanya. Sayangku….meleleh air mataku mengenangmu, hingga terpurukku di pusaramu.
Innalillahi wa inna ilayhi roojiun…
Semoga engkau membawa kebaikan bagi orang tuamu di dunia dan di akhirat.

Wassalamu’alaykum…

April 6, 2008

Pitulikuran

Filed under: Uncategorized — laa-mutahaffifin @ 11:44 pm

Bismillahirrohmaanirrohiim

Senin ini 7 April 2008, sehari setelah usiaku
bertambah, aku bingung mau nulis apa. Padahal beberapa hari kemarin, sudah
banyak yang ingin aku tulis, sekarang aku malah bingung sendiri mau mengawali
dari mana.

Rasa syukurku yang mendalam kepada Kekasihku yang
sampai saat ini telah memberikan kesempatan padaku untuk lebih banyak membawa
bekal untuk kelak bertemu denganNya. Pada Ibu yang tercinta, yang telah
kurang lebih 16 tahun sendiri mendampingi diriku dan my sister mengantarkan menuju ke
masa depan yang lebih baik. Buat bapak, hanya doa yang tulus, agar engkau
senantiasa diberikan kelapangan dalam pembaringanmu yang terakhir, terimakasih
telah mendidikku selama 11tahun. Mata ku mulai berkaca - kaca saat mengetikkan
kata demi kata ini. Aku belum banyak berbakti Ibu…Aku belum banyak berbakti
Bapak… Banyak hal yang kurang selama pitulikur tahun hidupku, terutama pada
Ibu, yang lebih lama berdampingan dengan aku. Aku tidak mampu membalas apa yang
telah kalian berikan selama nafas kuhela di dunia ini. Hanya doa yang tulus dan
ikhlas, agar kalian disayang oleh Alloh, seperti halnya kalian menyayangiku
sewaktu aku kecil.

Ucapan terima kasih kepada segenap pihak yang
berada di sekeliling hidupku, yang telah memberikan banyak cinta dan kasih
sayang, ilmu dan pengetahuan, beraneka macam pengalaman hidup dan segala hal
yang mewarnai kehidupanku. Tanpa anda – anda semua, hidupku serasa kurang
bermakna.

Moment yang menurutku dapat dijadikan sebagai
penanda usiaku yang ke pitulikur ini adalah, Alloh menganugerahi aku rasa cinta
pada seseorang perempuan yang seusia adikku. Aku gak ngerti rasa ini bercampur
dengan nafsu, atau murni cinta dan kasih sayang yang setulusnya hanya karena
Alloh semata, atau yang lebih gak aku suka hanya cinta sesaat yang hanya lewat
dan merugikan berbagai pihak. Seringnya jika aku sudah merasakan hal ini, maka
kestabilitasan jiwa dan hatiku goyah. Tidak ada jalan lain bagiku ketika
merasakan seperti ini kecuali kembali tersungkur berlinang airmata memohon
bantuanNya, atas anugerah yang diberikan padaku ini. Mungkin inilah cara
Kekasihku mengundangku kembali setelah sekian lama hatiku lalai untuk benar –
benar terpaut padaNya.

Aku memang semakin tua, dan sudah selayaknya
mengakhiri masa lajang, hal ini menjadi beban pikir yang terkadang sering
membuat hati dan jiwaku goyah, apalagi bila disertai dengan hadirnya rasa cinta
yang mendalam pada seseorang lawan jenis. Padahal sebenarnya masih banyak hal
lain yang bisa dipikirkan selain hal itu. Aku masih harus menyelesaikan kuliah
S1-ku. Aku harus banyak menyiapkan bekal untuk menikah, baik secara materi
maupun spiritual, dan beberapa hal lain yang menurut aku cukup penting. Menikah
bagiku adalah suatu ibadah, sesegera mungkin dilaksanakan adalah semakin baik.
Namun tekad yang kuat dan bulat belum terbentuk dengan jelas, ibarat bayi ini
masih berupa janin yang masih menanti ruhnya ditiupkan oleh Sang Kholiq,
kemudian mulai berkembang dan menjadi sosok yang sempurna sehingga siap untuk
dilahirkan dan menghadapi tantangan – tantangan kehidupan nyata. Hanya kepada
Alloh-lah aku memohon petunjukNya, bergantung padaNya, dan didekatkan pada
jodohku. Aku sedang dan sudah berusaha ikhtiar dengan sekuat tenaga menurut
petunjukNya, mungkin ikhtiarku selama ini belum cukup pantas bagiNya untuk
menampilkan apa yang aku idamkan. Berarti aku harus senantiasa meluruskan niat,
membersihkan hati, berikhtiar dengan semangat agar Dia berkenan dan ridho aku
memasuki gerbang 1/2 Dien-ku.

Mohon Doa Restu

Alhamdulillahirrobbil’alamin

March 9, 2008

Puas! dengan AAC The Movie

Filed under: Uncategorized — laa-mutahaffifin @ 9:24 pm

Assalamu’alaykum…

Kali
ini aku mau cerita dikit aja tentang Film yang sedang Trade In dikalangan
pemuda dan pemudi khususnya yang mengimani Islam sebagai kepercayaannya. Ayat –
ayat Cinta begitu judul film itu, yang disutradarai oleh Mas Hanung Bramantyo
dengan perjuangan yang menurutku cukup berat, lihat aja ceritanya di http://hanungbramantyo.multiply.com.

Film
yang diilhami dari Novel Populer dan Laris Manis bak pulsa seluler, yang
berjudul sama ini aku lihat dihari Jumat 070308 19:30 di Theater 2 E-Plaza, bersama
tiga lelaki yang 100% belum nikah :D. Jadi kita berempat boleh dibilang Kejora
(Kelompok Jomlo Ceria). Novel Ayat – Ayat Cinta yang merupakan buah karya Kang
Abik atau lengkapnya bernama pena Habiburrahman El-Shirazy ini memang benar –
benar fenomenal. Berjuta copy novel ini telah tersebar di Indonesia dan bahkan Asia Tenggara. Konon kabarnya di Mesir (negara yang menjadi setting
cerita dalam novel ini), juga cukup membahana.
Kebetulan aku juga beli Novel ini walau
bukan untukku sendiri, dan tentunya juga membacanya. Memang benar – benar
sebuah karya seni yang hebat dan bermanfaat buatku khususnya. Harapanku novel
ini juga dapat memberikan barakah bagi penulis dan setiap pembacanya. Amin.

Untuk versi filmya, aku justru tidak
mengharapkan bakal sama dengan novelnya, sebab aku ingin tahu seberapa dalam
sineas muda kita dalam menyikapi sebuah isi novel yang best seller. Bukannya
hanya ingin berbeda dengan kebanyakan orang yang mengharapkan filmnya sama
dengan novelnya, akan tetapi lebih kepada bahwa suatu karya seni itu hendaklah
berbeda dan bukan PLAGIAT, apalagi yang menggarap orangnya juga berbeda. Terkecuali
bila yang menulis skenario yang menyutradarai dan yang menulis novelnya
merupakan manusia yang sama, Habiburrahman El-Shirazy.

Bagus dan Puas. Itu penilaian dan rasa
yang aku dapatkan setelah menonton Film AAC
. Bagus karena memang digarap dengan semaksimal
mungkin oleh kru yang terdiri dari manusia – manusia berbeda keyakinan, pemain
– pemainnya yang juga berusaha untuk maksimal memainkan perannya masing –
masing. Puas, sebab memberikan pesan moral (khususnya nilai – nilai Islami)
yang cukup (kalau gak mau dinilai masih minim he13x). Ketika melihat film ini, memang
aku tidak bisa menangis seperti ketika membaca novelnya, sebab yang ada di film
ini merupakan imajinasi orang lain, bukan imajinasiku sendiri. Memang sih jika aku
membaca, aku lebih mudah terharu dan sering meneteskan derai – derai air mata.
Hal ini terjadi bukan hanya pada saat membaca Novel AAC
, tapi kebanyakan buku yang aku baca.
Film yang seperti ini hendaknya bisa terus
ada, semakin baik dan barakah. Barakah dalam arti memberikan kemanfaatan dan
hikmah yang mendalam bagi siapa saja yang terlibat di dalamnya, baik yang
terlibat langsung dalam penggarapan, maupun yang terlibat mensukseskannya
dengan menontonnya di Cinema (Bioskop). Sekaligus juga dapat memberikan
pelajaran yang banyak bagi siapa saja yang menikmatinya dengan cara yang
menurutku ilegal -he13x, sebab katanya sudah ada versi BAJAKAN-nya dan banyak menikmatinya.

Satu pesan buat
bangsaku, cintailah Alloh. Salah satunya adalah mengambil hikmah dari apa yang
telah terjadi. Film ini bisa jadi salah satu sebab kita mencintaiNya, tapi juga
bisa menjadi salah satu sebab kita durhaka padaNya. Maka berhati – hatilah,
semua kembali kepada niatan masing – masing dan hikmah yang diambil atas film
ini.

Bagi yang belum
nonton, silakan menonton dengan niatan yang benar dan cara yang benar, semoga
mendapatkan barakahNya. Bagi yang sudah baca novelnya dan mau nonton filmnya,
tolong jangan disebandingkan yaw, nanti bisa jadi dosa lho, sebab kalian
mungkin melecehkan suatu jerih payah saudara muslim kita yang mencoba untuk
mengikuti jalanNya.

Wassalamu’alaykum…

August 26, 2007

Real Story about my niece Rizqa Sari Wijayani

Filed under: Uncategorized — laa-mutahaffifin @ 11:38 pm

Assalamu’alaykum wr wb

 

Real Story about my niece Rizqa Sari Wijayani (chapter 1)

 

Sabtu, 18 Agustus 2007

Sari_2Pagi sekitar pukul 08:00 WIB
telepon dari BuDhe kuterima, mengabarkan bahwasanya keponakanku Sari sakit, dan
aku diminta segera ke rumahnya. Akupun mengiyakan akan tetapi tidak bisa
segera, karena aku udah merencanakan akan mendatangi walimatul ursy temanku di
Welahan, Jepara. Pukul 11:00 WIB telepon rumah kembali berdering, saat itu aku
udah mulai siap – siap untuk berangkat ke Welahan. Kuterima telepon itu, ternyata
suara diseberang sana adalah suara isak tangis kakak sepupuku yang mengabarkan klo Sari sakit dan
membuat hatinya benar-benar sangat bersedih. Aku dimintanya untuk segera
kesana, aku mengiyakan dan kuminta dia untuk bersabar menerima cobaan dari Nya.

Bakda maghrib aku sampai di rumah
Sari. Begitu sampai disana aku lihat kondisinya yang menurutku cukup parah.
Untuk mengenalku saja dia perlu ditanya dulu “ Siapa tuh yang datang?” Padahal
biasanya jika aku datang dia langsung menyapaku “Om Nino…” Benar-benar sangat jauh dari
dugaanku sebelumnya. Sakitnya klo menurutku memang bukan penyakit yang wajar.
Wajar disini pada umumnya secara medis. Jika dilihat dari tingkah lakunya,
menunjukkan kalau yang aku lihat bukanlah Sari, akan tetapi ada sosok yang
lain. Secara gampangnya adalah kesurupan.Ada gaib lain yang merasuki jasadnya, dan aku gak tau apa itu. Biasanya sebangsa
Jin yang iseng mengganggu manusia – manusia disaat posisi pikirannya kosong
atau terganggu. Kata kakakku tadi sebelum maghrib udah ada seseorang yang
“pandai” coba untuk mengatasi persoalan yang ada pada diri kemenakanku. Tapi
klo kulihat perubahan ke arah positif belum terjadi, hanya kata kakakku Sari
menjadi lebih tenang dari sebelumnya.

Abis Isya aku coba dekati dia
sambil membacakan ayat2 yang aku tahu bisa membuat tenang jiwanya, atau mungkin
juga bisa mengusir gaib yang mengganggunya. Tapi sepertinya gaib itu sangat
kuat. Pandangannya masih kosong dan kemana-mana, coba kukejar setiap
pandangannya dengan tatapan mataku, benar-benar tatapan yang kosong, dan bukan
tatapan kemenakanku. Waktu terus berlanjut hingga tengah malam selama aku
membacakan ayat-ayat terkadang ia respon terhadap bacaanku, bahkan Al-Quran
yang aku pegang dimintanya, terus dia buka – buka, dan setelah sampai halaman
terakhir dia bilang “Sudah TAMAT”, kemudian dikembalikan ke aku. Akupun
melanjutkan bacaanku.

Trenyuh rasanya lihat kondisinya.
Episode hidup yang gak pernah kuduga sebelumnya, yang sangat jauh dari bayangan
manusia biasa seperti aku. Bahkan orang tuanya yang setiap hari bertemu (walau
frekuensinya sepertinya kurang) sama sekali gak siap atas apa yang terjadi pada
ananda tercintanya. Tangisan haru, duka yang mendalam menyeruak, di setiap sapa
saja yang hadir melihat kondisinya. Aku sendiri berusaha tabah dan tetap
optimis akan kesembuhan kemenakanku yang kucinta. Ya Alloh… Semua berlaku atas
apa yang Engkau titahkan.

 

Wassalamu’alaykum wr wb

April 5, 2007

Doeapoeloehenaman/Nemlikuran

Filed under: Uncategorized — laa-mutahaffifin @ 10:02 pm

Assalamu’alaykum
warohmatullohi wabarokaatuh

 

Waktu terus
bergulir dengan begitu cepat

Tak terasa 3Windu
2Tahun sudah Jantungku berdetak

Tak terasa ¼ abad
plus 1 sudah Nafas terhela

Betapa banyak
Nikmat yang terasa

Betapa mulia Kesempatan
yang selalu terbuka

 

Berapa lama lagi
Jantung dan nafas ini akan sanggup mengontrak dibumiNya

Batas mana yang
akan terlampaui hingga ruhkupun berpindah

Pintu mana yang
akan terlewati saat tiba kekekalan

Hanya Dia yang
tahu

Karna Dia yang
menentukan

Ku hanya
KalifahNya

Sebatas ciptaanNya

 

Bukan aku tak
meminta yang aku senangi

Namun hanya
padaNya tujuanku

Kuharap saja yang
terbaik menurutNya

Sebab aku dalam
genggamanNya

 

Syukur padaMu

Bermohon padaMu

Atas yang telah
ditakdirkan

Atas yang Engkau rancangkan

 

Semoga fase kefanaan
ini

Kututup dengan Kebaikan

Dengan Meyakini KetauhidanMu

Dengan Meyakini
RasulMu

 

 

Wassalamu’alaykum
warahmatullohi wabarokatuh

 

February 19, 2007

Puji Syukur tuk Kekasihku

Filed under: Uncategorized — laa-mutahaffifin @ 1:08 am

Bismillahirrahmaanirrahiim

 

Kekasihku…..

Hari ini mengucur lagi air dari mataku, saat
diriku menyatu dengan asalku

Betapa Engkau telah mengasihi dan menyayangiku
dengan begitu dalamnya

Baru kemarin rasanya…..

Aku mencoba untuk mencintaiMu sepenuh hati

Aku mencoba untuk menyerahkan segala sesuatu atas
diriku padaMu

 

Kekasihku…..

Betapa mudahnya Engkau bila bermaksud untuk
memberikan kenikmatan padaku

Betapa mudahnya Engkau meluluskan permohonanku
padaMu

Bukankah aku baru mencoba untuk sepenuh hati
menyayangiMu

Bukankah langkah ini belum sejengkal untuk selalu
dalam pelukanMu

 

Kekasihku…..

Benar kiranya bila Engkau selalu lari mendekat
saat aku hanya melangkah malas

Benar kiranya bila Engkau sangat care saat aku sering
alpa

 

Kekasihku…..

Bila aku mulai akan menduakanMu

Engkau justru makin menyayangiku

Bila aku mulai mendapatkan perhatian semu

Engkau justru menimbunkan kasih sayang
dipangkuanku

 

Kekasihku…..

Aku takut bila tak mampu menyetarai kasihMu padaku

Aku takut bila sayangku tak total padaMu

Aku takut bila hati ini mulai selingkuh

Aku takut Kekasihku…..

 

Tapi….

Bolehkah kiranya bila…..

Aku menyayangi yang lain

Karena sayangku padaMu

dan

Karena dia sayang padaMu

 

Bagaimanapun jua, aku selalu mendambakan
CintaMu

 

January 3, 2007

Masih Memuja FREE SEX ???

Filed under: Uncategorized — laa-mutahaffifin @ 8:40 pm

Assalamu’alaykum…

Wahai Manusia yang selalu diberikan Akal Pikiran dan Nafsu…
Apa kalian masih akan terus mengedepankan Nafsu dan selalu terkalahkan oleh Nafsu yang jelas - jelas ditunggangi Syaithon???
Silakan baca artikel berikut :

Berikut ini adalah gambaran mengenai apa yang terjadi didalam suatu proses aborsi:

Pada kehamilan muda (dibawah 1 bulan)
Pada kehamilan muda, dimana usia janin masih sangat kecil, aborsi
dilakukan dengan cara menggunakan alat penghisap (suction). Sang anak
yang masih sangat lembut langsung terhisap dan hancur berantakan. Saat
dikeluarkan, dapat dilihat cairan merah berupa gumpalan-gumpalan darah
dari janin yang baru dibunuh tersebut.

Showletterru1

Pada kehamilan lebih lanjut (1-3 bulan)
Pada tahap ini, dimana janin baru berusia sekitar beberapa minggu,
bagian-bagian tubuhnya mulai terbentuk. Aborsi dilakukan dengan cara
menusuk anak tersebut kemudian bagian-bagian tubuhnya dipotong-potong
dengan menggunakan
semacam tang khusus untuk aborsi (cunam abortus). Anak dalam kandungan
itu diraih dengan menggunakan tang tersebut, dengan cara menusuk bagian
manapun yang bisa tercapai. Bisa lambung, pinggang, bahu atau leher.
Kemudian setelah
ditusuk, dihancurkan bagian-bagian tubuhnya. Tulang-tulangnya di
remukkan dan seluruh bagian tubuhnya disobek-sobek menjadi bagian
kecil-kecil agar mudah dikeluarkan dari kandungan.

lihat gambarnya disini :

http://img154.imageshack.us/img154/877/showletter1zc5.jpg

Dalam klinik aborsi, bisa dilihat potongan-potongan bayi yang
dihancurkan ini. Ada potongan tangan, potongan kaki, potongan kepala
dan bagian-bagian tubuh lain yang mungil. Anak tak berdosa yang masih
sedemikian kecil telah dibunuh dengan cara yang paling mengerikan.

Aborsi pada kehamilan lanjutan (3 sampai 6 bulan)
Pada tahap ini, bayi sudah semakin besar dan bagian-bagian tubuhnya
sudah terlihat jelas. Jantungnya sudah berdetak, tangannya sudah bisa
menggenggam. Tubuhnya sudah bisa merasakan sakit, karena jaringan
syarafnya sudah terbentuk
dengan baik.

Aborsi dilakukan dengan terlebih dahulu membunuh bayi ini sebelum
dikeluarkan. Pertama, diberikan suntikan maut (saline) yang langsung
dimasukkan kedalam ketuban bayi. Cairan ini akan membakar kulit bayi
tersebut secara perlahan-lahan, menyesakkan pernafasannya dan akhirnya
setelah menderita selama berjam-jam sampai satu hari bayi itu
akhirnya meninggal. Selama proses ini dilakukan, bayi akan berontak, mencoba berteriak dan jantungnya berdetak
keras. Aborsi bukan saja merupakan pembunuhan, tetapi pembunuhan secara amat keji. Setiap wanita harus sadar mengenai hal ini.

lihat gambarnya disini :

http://img176.imageshack.us/img176/8993/showletter3hg1.jpg

Aborsi pada kehamilan besar (6 sampai 9 bulan)
Pada tahap ini, bayi sudah sangat jelas terbentuk. Wajahnya sudah
kelihatan, termasuk mata, hidung, bibir dan telinganya yang mungil.
Jari-jarinya juga sudah menjadi lebih jelas dan otaknya sudah berfungsi
baik. Untuk kasus seperti ini, proses aborsi dilakukan dengan cara
mengeluarkan bayi tersebut hidup-hidup, kemudian dibunuh. Cara
membunuhnya mudah saja, biasanya langsung dilemparkan ke tempat sampah,
ditenggelamkan kedalam air atau dipukul kepalanya hingga pecah.
Sehingga tangisannya berhenti dan pekerjaan aborsi itu selesai. Selesai
dengan tuntas hanya saja darah bayi itu yang akan mengingatkan
orang-orang yang terlibat didalam aborsi ini bahwa pembunuhan keji
telah terjadi.

Semua proses ini seringkali tidak disadari oleh para wanita calon ibu
yang melakukan aborsi. Mereka merasa bahwa aborsi itu cepat dan tidak
sakit, mereka tidak sadar karena dibawah pengaruh obat bius. Mereka
bisa segera pulang tidak lama setelah aborsi dilakukan.

Benar, bagi sang wanita, proses aborsi cepat dan tidak sakit. Tapi bagi
bayi, itu adalah proses yang sangat mengerikan, menyakitkan, dan
benar-benar tidak manusiawi. Kematian bayi yang tidak berdosa itu tidak
disaksikan
oleh sang calon ibu. Seorang wanita yang kelak menjadi ibu yang
seharusnya memeluk dan menggendong bayinya, telah menjadi algojo bagi
anaknya sendiri.

(dari Forum tetangga)
Semoga bermanfaat
Wassalam

December 6, 2006

UNISBANK Berduka

Filed under: Uncategorized — laa-mutahaffifin @ 5:56 pm

Selasa, 5 Desember 2006…

 

Beliau masih memberikan materi
kuliah Grafika Komputer di kelasku dari pukul 17:00
WIB sampai dengan 100 menit kedepannya. Hari itu pertamakalinya aku terlambat
pada mata kuliah tersebut, gak tanggung - tanggung terlambatnya sampai 30 menit
sebelum kuliah berakhir. Fyuh padahal biasanya aku hadir bersamaan dengan
beliau, sambil menunggu rekan - rekan yang lain. Ketika aku hadir, beliau hanya
berkomentar, "Kalau dosen lain udah disuruh keluar tuh, klo saya masih
kasihan", sembari beliau melanjutkan menerngkan tentang perpotongan garis
terhadap bidang gambar.

Selesai mengajar, sekitar setelah
maghrib, beliau mengunjungi anak dari Bp Eri Yuliarso yang sedang sakit.
Setelah selesai mengunjungi anaknya Bp Eri, beliau bermaksud pulang ke rumah
beliau di daerah Plamongan (kurang jelas Plamongan Hijau atau Plamongan Indah).
Dengan mengendarai kendaraan roda duanya, beliau menuju rumah melewati jalan
Majapahit. Kurang lebih setelah ADA Majapahit (kalau dari arah barat) beliau
bersenggolan (atau bertabrakan aku juga kurang jelas) dengan kendaraan roda dua
lain, beliau pun terjatuh ke arah kanan, bagian kepala beliau terantuk kerasnya
aspal, kacamata beliau yang sebelah kanan melukai bolamata kanan beliau.
Kendaraan yang bersenggolan dengan kendaraan beliau sudah lari terbirit-birit
entah karena gak tau atau karena cuek aja dengan kondisi beliau (oh… Tuhan
berilah kesadaran pada penunggang kendaran itu). Selanjutnya beliau yang
tergeletak di jalan segera dibawa ke RS Bhayangkara yang letaknya paling dekat
dengan TKP. Pihak RS Bhayangkara merasa tidak sanggup karena dimungkinkan
terjadi GEGAR OTAK dan alat pendeteksinya belum ada. Kemudian dirujuk ke RS
Telogorejo, sangat kebetulan sekali alatnya habis (kurang jelas alat apaan
itu), pokoknya RS Telogorejo tidak sanggup. Akhirnya beliau kembali lagi ke
RSDK (tapi bukan untuk menjenguk lagi lho, melainkan harus mendapatkan
perawatan di UGD), pihak UGD RSDK merawat beliau hingga Tuhan menjemput beliau
pada hari Rabu tanggal 6 Desember 2006 kurang lebih pukul   10:00 WIB.

Edhinug Rabu, 6 Desember 2006 pukul 17:00
aku berangkat ke kampus, dan sangat terkejut melihat pengumuman yang ditempel
di mana - mana yang menjelaskan bahwa :
Telah Meninggal Dunia dengan tenang Hieronimus Edhi Nugroho,
S.Kom.,M.Kom.

Langsung aku konfirmasikan ke BAAK dan mencari tahu sebab - sebabnya,
akhirnya yang aku dapatkan adalah cerita yang telah aku ceritakan di atas.
Beliau meninggalkan seorang Istri dan dua orang anak yang masing - masing
berusia TK dan 8 (delapan) bulan.

Selamat jalan Dosenku Bapak Hieronimus Edhi Nugroho, S.Kom. , M.Kom.

 

Karya beliau : http://edhinug.webhop.net/

November 29, 2006

Softdrinks are not good for us (especially COCA-COLA & PEPSI, sorry)

Filed under: Food and Drink — laa-mutahaffifin @ 8:51 pm

COCA-COLA IS DANGEROUS!


Kegunaan Coca-cola :

  1. Untuk membersihkan toilet : Tuangkan sekaleng Coca-Cola ke dalam toilet.
    Tunggu sejam, kemudian siram sampai bersih. Asam sitric dalam Coca-Cola
    menghilangkan noda-noda dari keramik .
  2. Untuk membersihkan radiator mobil : Campur sekaleng Coca-Cola ke dalam
    radiator. Panaskan mesin 15-30 menit. Dinginkan mesin, setelah itu buang air
    radiator. Anda akan melihat karat yang rontok bersama air tersebut.
  3. Untuk menghilangkan titik-titik karat dari bumper /chrome mobil: Gosok bumper
    dengan gumpalan alumunium foil yang direndam dalam Coca-Cola.
  4. Untuk membersihkan korosi dari terminal aki mobil : Tuangkan sekaleng
    Coca-Cola di atas terminal aki untuk membersihkan korosi.
  5. Untuk melonggarkan baut yang berkarat : Gosokkan kain yang direndam dalam
    Coca-Cola pada baut yang berkarat .
  6. Untuk menghilangkan noda-noda lemak pada pakaian : Tuangkan sekaleng
    Coca-Cola ke dalam tumpukan cucian yang bernoda lemak, tambahkan detergent, dan
    putar dengan putaran normal. Coca-cola/Pepsi akan menolong menghilangkan noda
    lemak.
  7. Coca-Cola juga membersihkan kabut pada kaca depan mobil.

Kita minum
Coca-Cola/Pepsi! Tentu saja juga untuk membersihkan sistem kita. Lagipula
kita semua membayar untuk itu.



Untuk Perhatian Kita :

PH rata-rata dari soft drink, a.l. Coca-Cola & Pepsi adalah 3.4. Tingkat
keasaman ini cukup kuat untuk melarutkan gigi dan tulang! Tubuh kita berhenti
menumbuhkan tulang pada usia sekitar 30th. Setelah itu tulang akan larut setiap
tahun melalui urine tergantung dari tingkat keasaman makanan yang masuk. Semua
Calcium yg larut berkumpul di dalam arteri, urat nadi, kulit, urat daging dan
organ, yang mempengaruhi fungsi ginjal dalam membantu pembentukan batu ginjal.

Soft drinks tidak punya nilai gizi (dalam hal vitamin dan mineral). Mereka
punya kandungan gula lebih tinggi, lebih asam, dan banyak zat aditif seperti
pengawet dan pewarna. Sementara orang suka meminum soft drink dingin setelah makan, coba tebak apa
akibatnya?

Akibatnya, tubuh kita mempunyai suhu optimum 37 supaya enzim
pencernaan berfungsi. Suhu dari soft drink dingin jauh di bawah 37, terkadang mendekati 0. Hal ini
mengurangi keefektivan dari enzim dan memberi tekanan pada sistem pencernaan
kita, mencerna lebih sedikit makanan.

Bahkan makanan tersebut difermentasi. Makanan yang difermentasi menghasilkan bau, gas, sisa busuk dan racun, yang diserap oleh usus, diedarkan oleh darah ke
seluruh tubuh. Penyebaran racun ini mengakibatkan pembentukan macam-macam
penyakit.


Beberapa Contoh :

Dua bulan lalu, ada sebuah kompetisi di Universitas Delhi :

Siapa dapat minum Coca-Cola paling banyak? Pemenangnya meminum 8 botol dan
mati seketika karena kelebihan Karbondioksida dalam darah dan kekurangan
oksigen. Setelah itu, Rektor melarang semua soft drink di semua kantin universitas.

Seseorang menaruh gigi patah di dalam botol pepsi, dan dalam 10 hari gigi
tersebut melarut! Gigi dan tulang adalah satu- satunya organ manusia tetap utuh
selama tahunan setelah manusia mati Bayangkan Apa yang minuman tersebut pasti
lakukan pada usus dan lapisan perut kita yang halus!

Permohonan Kepada teman-teman untuk menambah Kewaspadaan terhadap kegunaan soft drink

diambil dari milist kamisetembang.yahoogroups.com

Next Page »

WPMU Theme pack by WPMU-DEV.